Ancaman Dunia Siber

Tags :
Date :08 Agustus 2016

Perkembangan dunia internet yang semakin pesat telah membawa dampak negatif dan positif terhadap perilaku sosial masyarakat Indonesia. Berdasarkan data tahun 2015, pengguna internet di Indonesia mencapai 78 juta jiwa. Indonesia menempati posisi keempat pengguna internet terbanyak se-Asia.

Dengan pengguna yang semakin bertambah setiap waktunya, tentu hal ini memberikan kesempatan bagi para penjahat siber untuk melancarkan aksi kriminal melalui media daring. Sebagai pengguna maka kita harus mengamankan data dan perangkat dari berbagai resiko dan ancaman dunia siber.

Resiko dan ancaman tersebut adalah:

1. Malware

Program yang diletakkan di perangkat pengguna, secara sengaja maupun tidak dan bertujuan untuk merusak perangkat tersebut.

2. Virus

Program yang dapat memperbanyak dan menyebarkan dirinya sendiri secara cepat dan masif. Virus dirancang untuk merusak perangkat pengguna dengan cara menampilkan gambar atau pesan di luar keinginan pengguna, merusak berkas, mem-format media penyimpanan, menempati alokasi yang cukup besar dalam media penyimpanan sehingga menyebabkan melambatnya performa perangkat tersebut.

3. Worm

Program yang dapat menyebarkan dirinya sendiri ke dalam sistem komputer melalui koneksi jaringan, lampiran surel, pesan singkat (aplikasi berbagi-berkas) atau kerjasama dengan malware lainnya. Worm juga dapat mencegah pengguna untuk mengakses situs tertentu atau mencuri lisensi perangkat lunak yang telah terpasang di perangkat pengguna.

4. Trojan Horse

Program yang merusak namun tidak dapat memperbanyak dirinya sendiri. Trojan horse bersifat tersembunyi dan menyamar di dalam aplikasi lain. Jika aplikasi ini dieksekusi maka program ini akan beraksi merusak bahkan bisa menghilangkan data berharga pengguna.

5. Spam

Pesan yang tidak diinginkan oleh pengguna, dikirimkan melalui surel atau pesan singkat. Biasanya tujuan dari spam adalah untuk menghasilkan keuntungan finansial dari si pengirim.

6. Phishing

Usaha untuk mendapatkan akses (seperti PIN, nama pengguna, sandi) pengguna. Phishing adalah penipuan yang nampak seperti konfirmasi dari pihak bank atau institusi resmi, namun sebetulnya dilakukan untuk mengambil credential dari pengguna.

7. Pharming

Pembuatan situs palsu untuk menjebak pengguna. Situs ini dibuat untuk mengambil data pribadi pengguna seperti surel dan nomor telepon

8. Spyware

Program yang terpasang di dalam perangkat, tanpa sepengetahuan pengguna. Program ini akan mengawasi, merekam jejak dan melaporkan setiap aksi elektronik yang dilakukan pengguna ke spyware author.

Biasanya program ini masuk ke perangkat melalui trojan atau spam. Spyware mendapatkan informasi melalui:

  • Keylogger

Aplikasi yang akan mengambil masukan dari papan ketik untuk mengetahui situs yang sering diakses pengguna dan sandi akun

  • Screen-capture technologies

Aplikasi yang akan mengumpulkan screen shots dari perangkat pengguna untuk mengumpulkan data pribadi pengguna (seperti username dan nomor kartu kredit)

  • Event loggers

Aplikasi yang akan merekam jejak situs yang dikunjugi pengguna atau perilaku online lainnya. Informasi ini biasa digunakan untuk merekam pengiriman iklan kepada pengguna.

9. Adware

Aplikasi yang digunakan untuk mengirimkan iklan seperti pop up atau tautan tanpa seizin pengguna. Umumnya aplikasi ini menumpang pada trojan dan aplikasi resmi yang diunduh dan dipasang oleh pengguna. 

10. Bots dan Botnets

Aplikasi yang bekerja seperti robot. Aplikasi ini adalah program kecil yang diletakkan di perangkat pengguna secara tersembunyi. Sebuah botmaster dapat mengendalikan beberapa bots dari lokasi tertentu secara terpusat untuk mengirimkan spam, melaksanakan phising, DoS (Denial of Service) sehingga perangkat tersebut akan overload dan melumpuhkan performa sebuah server. Biasanya bots digunakan untuk menyebarkan spam dan membantu melancarkan aksi phising.

11. Ransomware

Aplikasi yang akan mengenkripsi dokumen dengan tujuan pemerasan. Dokumen pengguna akan dienkripsi sehinggi nantinya pengguna harus membayar sejumlah dana untuk mendapatkan kunci dekripsinya. Biasanya pemeras akan menerima pembayaran melalui layanan transfer dana pihak ketiga.

 

Dengan mengetahui beragam resiko dan ancaman dunia siber terhadap perangkat kita, maka kita perlu melakukan beberapa cara agar dapat berselancar di dunia maya dengan aman dan nyaman seperti berikut ini 

 

Inne R.A.

Referensi:

http://katadata.co.id/grafik/2016/01/13/indonesia-peringkat-4-pengguna-internet-asia

https://www.csa.gov.sg/gosafeonline/go-safe-for-me/homeinternetusers/internet-safety-for-all-the-basics-of-web-threats