Melawan Kejahatan Siber dengan Kecerdasan Buatan

Tags :
Date :06 Agustus 2016

Perkembangan dunia digital yang semakin pesat telah menimbulkan efek domino terhadap peningkatan kejahatan siber.
Untuk meminimalisir angka tingkat kejahatan siber, beragam cara dilakukan oleh setiap institusi untuk mengamankan informasi digital mereka.
Dilansir dari situs zdnet.com, saat ini telah dikembangkan sebuah teknologi menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk pengamanan siber.
Usaha pengamanan yang awalnya dilakukan dengan menambah SDM, beralih menjadi mengandalkan kepandaian mesin. Namun bukan berarti mesin pintar ini akan menggantikan para SDM profesional di bidang pengamanan siber. Mesin ini nantinya akan menerapkan standar keamanan dasar, sehingga posisi SDM profesional masih sangat dibutuhkan.


Menurut Neil Thacker, Deputi CISO di Forcepoint, "Kecerdasan buatan yang dimaksud bukanlah kecerdasan buatan secara umum dengan kemampuan kognitif, namun mesin dengan kecerdasan khusus yang mampu selalu belajar".
Beliau menambahkan juga bahwa Forcepoint bertujuan untuk mengembangkan mesin pembelajar yang berinisiatif untuk memutuskan tindakan keamanan tanpa membutuhkan aksi dari operator.
Sebagian besar kegiatan pengamanan siber pada saat ini mengandalkan campur tangan manusia untuk mengantisipasi peringatan intrusi secara manual.
Pekerjaan semi otomatis ini cukup melelahkan, sehingga diperlukan sebuah sistem yang dapat mengenali dan mengantisipasi setiap ancaman secara otomatis.
Analisa ancaman yang dilakukan secara terus menerus, akan semakin menambah librari mesin pintar sehingga mesin tersebut dapat memperbarui dan mengantisipasi setiap serangan yang ada.

Stephen Whitworth, founder dan data scientist di Ravelin Technology mengatakan bahwa mesin pembelajar dapat berpikir secara lebih kompleks dibandingkan manusia.
Jika manusia diberikan hirarki eksekusi, maka akan muncul lebih dari sepuluh pertanyaan berantai yang terlalu sulit untuk diproses oleh otak manusia.
Namun dengan algoritma, hal itu dapat dilakukan dengan mudah dan efisien, bahkan dapat memberikan hasil yang lebih baik.

Namun pada akhirnya, setiap inovasi akan selalu melahirkan pro dan kontra.
Demikian pula dengan mesin pembelajar ini. Eugene Kaspersky berpendapat bahwa mesin ini hanyalah algoritma komputer, tidak lebih.
Menurut beliau, mesin pembelajar ini tidak masuk dalam kategori kecerdasan buatan. (Inne)

 

Referensi:

http://www.zdnet.com/article/why-ai-could-be-the-key-to-turning-the-tide-in-the-fight-against-cybercrime/

 

Sumber Gambar:

www.technologyreview.com

https://indigodergisi.com

https://scifiminibuilders.wikia.com