Ransomware, Malware Penagih Tebusan.

Tags :
Date :30 September 2016

Gambar: Microsoft

Dari sekian banyak malicious ware, ada satu jenis yang merugikan secara finansial karena korban akan diminta uang secara langsung. Cyber criminal akan mengenkripsi atau mengunci data korban lalu meminta korban membayar sejumlah uang sebagai syarat pertukaran kunci untuk membuka data yang "disandera".

Menurut Microsoft, ransomware pertama yang diketahui adalah AIDS Trojan pada tahun 1989 di Amerika Serikat. Di tahun 2005, Kaspersky  menemukan kasus di Rusia. Pada tahun 2013 Cryptolocker menyerang dengan target komputer berbasis Windows. Di tahun 2016, ransomware yang muncul adalah Cerber. 

Gambar: Microsoft 

Bentuk ransomware beragam, mulai dari gambar, tampilan teks (ransomware note), file yang tiba-tiba saja terenkripsi, peramban yang terkunci sehingga tidak bisa digunakan, sampai layar yang terkunci dan tidak bisa diakses sama sekali. 

Gambar: Microsoft

Microsoft membagi jenis ransomware menjadi dua tipe:

a. Lockscreen ransomware, yaitu ransomware yang menampilkan gambar secara layar penuh sehingga korban tidak dapat mengakses menu apapun. Gambar tersebut berisi pernyataan bahwa korban harus membayar sejumlah uang jika menginginkan akses terhadap komputernya lagi.

b. Encryption ransomware, yaitu ransomware yang akan memodifikasi berkas sehingga tidak dapat digunakan oleh korban. Modifikasi yang dilakukan bisa berupa renaming atau penguncian berkas.

Ransomware menyerang perangkat seperti komputer dan ponsel pintar. Korbannya pun bisa siapa saja, mulai dari rumah sakit, perusahaan maupun pengguna rumahan. Oleh karena itu, pengguna internet harus selalu waspada. Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Pencegahan yang bisa dilakukan adalah:

1. Selalu mengaktifkan firewall versi terbaru

2. Memasang dan selalu memperbarui versi anti virus

3. Tidak membuka situs yang tidak terpercaya

4. Tidak mengunduh dan memasang perangkat lunak yang tidak terpercaya

5 Tidak memasang perangkat lunak versi bajakan

6. Tidak menghubungkan perangkat, baik komputer maupun ponsel pintar ke jaringan yang tidak terpercaya. Bisa saja jaringan tersebut aman, namun ada perangkat lain di dalam jaringan tersebut yang sudah terkena ransomware dan menjangkiti perangkat lain.

Kerusakan dan kerugian yang ditimbulkan oleh ransomware jelas lebih besar daripada tindakan pencegahan yang bisa dilakukan. Oleh karena itu, selalu waspada dan amankan informasi anda.